JAKARTA, BisnisMarket.com – Kabar yang sudah lama ditunggu akhirnya terungkap! Rencana besar emiten energi milik Happy Hapsoro untuk menguasai proyek migas raksasa di Papua akhirnya resmi terealisasi, membawa angin segar bagi pertumbuhan bisnis maupun ketahanan energi nasional. Tidak tanggung-tanggung, dua perusahaan sekaligus bergerak beriringan, menancapkan kuku di migas Papua, satu blok gas paling bernilai dan berpotensi besar di Indonesia bagian timur.

Ambil 5 Persen Saham Lewat Anak Usaha

Dilansir dari Bloomberg Technoz (11/5), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) secara resmi mengakuisisi 5 Persen hak partisipasi di Wilayah Kerja Blok Kasuri, Papua, melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Negeri (PT REN). Nilai transaksi mencapai US$9,64 juta atau setara sekitar Rp153 miliar, yang merupakan sekitar 17,05 persen dari total ekuitas perseroan per akhir 2025.

Sekretaris Perusahaan RATU, Supriyanti Priandini, menegaskan: “Sehubungan dengan itu perseroan telah memberikan jaminan korporasi kepada GOKPL sebagai penjamin atas seluruh kewajiban pembayaran PT REN.”

Blok Kasuri sendiri dioperasikan oleh Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL), bagian dari Genting Group yang dikendalikan pengusaha asal Malaysia, Lim Kok Thay. Proyek ini bukan main-main: total investasi pengembangannya diproyeksikan tembus US$3,37 miliar atau sekitar Rp52,5 triliun, salah satu nilai terbesar di industri migas nasional saat ini.

Cadangan Melimpah, Siap Jadi Mesin Ekonomi Baru

Keunggulan utama Blok Kasuri ada pada kekayaan alamnya. Berdasarkan revisi rencana pengembangan (PoD) yang disetujui Kementerian ESDM pada Februari 2023, cadangan gas naik drastis dari 1.735 miliar kaki kubik menjadi 2.244,45 miliar kaki kubik, ditambah cadangan kondensat mencapai 5,4 juta barel. Diprediksi mulai berproduksi penuh tahun 2027 dengan aliran gas hingga 300 juta kaki kubik per hari, blok ini dinobatkan bakal jadi fasilitas LNG terapung terbesar di Indonesia dan masuk 9 terbesar dunia.

Supriyanti menjelaskan langkah ini adalah strategi jangka panjang: “Akuisisi ini menjadi bagian dari rencana perseroan untuk memperkuat portofolio usaha di sektor hulu minyak dan gas bumi, serta memastikan keberlanjutan pertumbuhan di masa depan.”

RAJA Ikut Masuk, Kuasai Jalur Distribusi