BISNISMARKET.COM - Kylian Mbappe kembali menunjukkan performa kelas dunia saat gelaran Piala Dunia 2026 sedang berlangsung dengan gemilang. Ia menjadi sorotan utama dalam laga pembuka Grup I yang mempertemukan Prancis melawan Senegal.

Dalam duel penting tersebut, sang kapten tim nasional Prancis sukses mengukir dua gol atau yang dikenal sebagai sebuah brace. Kontribusi signifikan ini menjadi kunci kemenangan Les Bleus dengan skor akhir yang meyakinkan, yaitu 3-1 atas tim lawan.

Kecepatan lari dan akselerasi luar biasa yang seringkali membuat para bek lawan kesulitan mengimbanginya, ternyata tidak terjadi begitu saja. Performa fisiknya didukung oleh manajemen nutrisi yang sangat terencana dan ketat.

Manajemen pola makan yang disiplin ini merupakan salah satu bagian integral dan fundamental dalam persiapan fisik yang dilakukan oleh bintang sepak bola tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa Mbappe mampu mempertahankan intensitas tinggi sepanjang pertandingan.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, performa impresif Mbappe di lapangan hijau memiliki korelasi langsung dengan disiplin pola makannya. Salah satu aspek yang paling disorot adalah kebijakan nutrisi mengenai asupan gula.

Bintang Prancis tersebut dikenal sangat membatasi atau bahkan menghindari konsumsi gula dalam diet hariannya. Keputusan ini diambil sebagai strategi untuk menjaga tingkat energi dan pemulihan otot tetap optimal.

Strategi menghindari gula ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan energi yang stabil tanpa adanya lonjakan gula darah yang diikuti oleh penurunan drastis (sugar crash). Energi yang dihasilkan menjadi lebih berkelanjutan untuk durasi pertandingan yang panjang.

Manajemen nutrisi yang terperinci ini menjadi rahasia di balik stamina dan daya ledak Mbappe yang konsisten, memungkinkannya terus memberikan dampak besar bagi timnya di panggung internasional.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, "Kecepatan lari dan akselerasi Mbappe yang seringkali membuat barisan pertahanan lawan kewalahan, ternyata didukung oleh manajemen nutrisi yang terencana dengan baik."