Jakarta, BisnisMarket.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan proyeksi Saldo Anggaran Lebih (SAL) akhir tahun anggaran 2025 diproyeksikan mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.
Dalam paparannya pada Rapat Paripurna DPR RI ke-23 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Purbaya menjelaskan bahwa SAL awal yang tersisa dari kas negara pada 2024 dan masuk ke tahun anggaran 2025 adalah sebesar Rp457,54 triliun.
"Memasuki 2025, posisi saldo anggaran lebih atau SAL berada pada angka Rp457,54 triliun," ujar Purbaya.
Angka awal tersebut kemudian berkurang karena sebagian dialokasikan untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp93,15 triliun. Selain itu, terdapat penyesuaian lain termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp72,4 triliun.
"Setelah dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan APBN sebesar Rp93,15 triliun dan memperhitungkan SiLPA Rp72,40 triliun, serta penyesuaian lainnya, saldo SAL akhir tahun tercatat sebesar Rp438,26 triliun," lanjutnya.
Dengan demikian, SAL akhir tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp438,26 triliun, menandai penurunan sebesar 4,21% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun terjadi penurunan, Purbaya menegaskan bahwa saldo akhir tersebut tetap berada pada level yang memadai dan berfungsi optimal sebagai penyangga fiskal. "Saldo ini tetap berada pada level yang memadai dan berfungsi sebagai penyangga fiskal dalam menghadapi berbagai risiko dan ketidakpastian ke depan," tegasnya.
Dinamika Penempatan Dana SAL
SAL dan SiLPA saat ini merupakan dana yang ditempatkan pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menjaga kecukupan likuiditas dalam sistem perekonomian. Kebijakan ini berbeda dari sebelumnya yang hanya mengendap di Rekening Kas Umum Negara (RKUN) di Bank Indonesia (BI).