BISNISMARKET.COM - Ketahanan pangan kota menjadi fondasi krusial dalam upaya mewujudkan ketangguhan perkotaan menghadapi berbagai tantangan ke depan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sebuah pertemuan penting baru-baru ini.

Pernyataan penting tersebut diungkapkan oleh Hanif saat ia menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-18 tahun 2026. Acara tersebut merupakan ajang strategis bagi para pemimpin kota se-Indonesia.

Lokasi penyelenggaraan Rakernas APEKSI ke-18 ini adalah di Kota Medan, sebuah momen yang diselenggarakan pada hari Rabu, 1 Juli 2026. Momen ini dimanfaatkan untuk menyelaraskan visi pembangunan antar pemerintah kota.

Fokus utama yang ditekankan oleh Wamenko Hanif adalah perlunya penguatan sistem pangan yang terstruktur dan kokoh di tingkat perkotaan. Sistem ini dinilai sebagai infrastruktur dasar bagi kota yang ingin bertahan dari guncangan.

Dalam paparannya, Hanif menyoroti dua pilar utama yang harus diintegrasikan demi mencapai ketahanan tersebut. Pilar pertama adalah sistem pangan yang harus berbasis data yang akurat dan terkini.

Pilar kedua yang ditekankan adalah pentingnya kolaborasi dalam hal pembiayaan untuk mendukung seluruh rantai sistem pangan di kota. Tanpa dukungan finansial yang solid, rencana ketahanan pangan akan sulit terwujud.

"Penguatan sistem pangan merupakan fondasi esensial dalam upaya mewujudkan kota yang benar-benar tangguh menghadapi berbagai tantangan ke depan," ujar Wamenko Hanif Faisol Nurofiq.

Dikutip dari Tren.BisnisMarket, penekanan pada integrasi data dan kolaborasi pembiayaan ini bertujuan agar kebijakan pangan yang diterapkan pemerintah kota bersifat tepat sasaran dan berkelanjutan.

Rakernas APEKSI ke-18 ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyamakan persepsi mengenai prioritas pembangunan ketahanan pangan perkotaan. Langkah ini diharapkan mempercepat implementasi di lapangan.