Jakarta - Kisah hidup seorang Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, mendadak menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, di tengah tugasnya menegakkan hukum, ia justru dicopot dari jabatannya karena diduga terlibat dalam pusaran narkoba. Publik pun bertanya-tanya, siapakah sebenarnya Didik Putra Kuncoro? Apa yang membuatnya terjerumus dalam kasus yang kini ditangani Propam Polri? Benarkah ia menerima aliran dana dari Koko Erwin, seorang bandar narkoba?

Masa Kecil di Kediri: Didikan Keluarga Sederhana

Lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 30 Maret 1979, Didik Putra Kuncoro adalah anak keempat dari lima bersaudara. Ayahnya, Moersidi, adalah seorang guru, sementara ibunya, Sri Darmiyati, adalah seorang ibu rumah tangga. Didik tumbuh dalam keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai-nilai kerja keras dan kejujuran.

"Didik tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kerja keras dan kejujuran," demikian dikutip dari iNews.id.

Semasa remaja, Didik aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk OSIS dan Pramuka. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.

Meraih Mimpi di Akpol dan Awal Karier Gemilang

Setelah lulus SMA, Didik berhasil lolos seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2001. Tiga tahun kemudian, ia lulus dengan nama Batalyon Tatag Trawang Tungga. Penugasan pertamanya adalah di Polda Gorontalo.

Setelah dua tahun bertugas di Gorontalo, Didik dipindahkan ke Polda Metro Jaya. Di sana, ia menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Kaurbinopsnal Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan hingga Wakapolres Tangerang Selatan.

Kariernya terus menanjak hingga pada tahun 2020, ia ditugaskan ke Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Di NTB, ia juga sempat menjabat sebagai Kasubdit I Ditreskrimum Polda NTB, Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda NTB, serta Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB.