JAKARTA, BisnisMarket.com - Nama Andrie Yunus tengah ramai diperbincangkan publik setelah dirinya menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Maret 2026. Peristiwa yang terjadi pada larut malam itu memicu perhatian luas, terutama dari kalangan masyarakat sipil dan pegiat hak asasi manusia.
Banyak pihak menilai insiden tersebut tidak sekadar sebagai tindak kriminal biasa. Pasalnya, Andrie Yunus dikenal sebagai salah satu aktivis yang aktif menyuarakan berbagai isu penting terkait hak asasi manusia (HAM) dan reformasi sektor keamanan di Indonesia.
Peristiwa ini pun membuat publik semakin penasaran dengan profil Andrie Yunus serta kiprahnya sebagai aktivis yang selama ini vokal dalam berbagai isu kebijakan negara.
Aktivis HAM dari KontraS
Dalam dunia advokasi HAM, Andrie Yunus dikenal sebagai salah satu sosok yang aktif memperjuangkan berbagai persoalan masyarakat sipil. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Melalui perannya di KontraS, Andrie Yunus kerap terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi yang menyoroti isu pelanggaran HAM, reformasi sektor keamanan, hingga pendampingan korban kekerasan.
Sebelum bergabung dengan KontraS pada 2022, Andrie Yunus lebih dulu berkarier sebagai advokat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada periode 2019 hingga 2022.
Selama berada di lembaga tersebut, ia menangani sejumlah kasus yang berkaitan dengan kebebasan sipil serta perlindungan hak masyarakat.
Dari sisi pendidikan, Andrie Yunus merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan pernah menerima Beasiswa Jentera.