JAKARTA, BisnisMarket.com – Nama Permadi Arya, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Abu Janda, kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian unggahannya di media sosial secara terang-terangan menunjukkan dukungan terhadap Israel.
Di tengah kentalnya solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina, langkah Abu Janda ini memicu gelombang diskusi terkait motif di balik keberaniannya "melawan arus".
Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas digitalnya, berikut adalah poin-poin utama yang melandasi posisi politik sang aktivis:
Melawan Narasi Kelompok Radikal
Abu Janda kerap menegaskan bahwa dukungannya terhadap Israel adalah bagian dari upayanya memerangi paham radikalisme di tanah air.
Ia memandang bahwa isu Palestina sering kali "digoreng" oleh kelompok-kelompok ekstremis domestik untuk membangkitkan sentimen keagamaan yang sempit. Dengan memihak Israel, ia memosisikan diri sebagai antitesis dari narasi yang dibangun oleh kelompok-kelompok yang selama ini ia lawan.
Mendekonstruksi Konflik: "Bukan Perang Agama"
Dalam berbagai kesempatan, Abu Janda vokal menyuarakan bahwa konflik di Timur Tengah tersebut murni masalah sengketa wilayah, bukan perang antara Islam dan Yahudi.
Ia sering membagikan konten yang memperlihatkan warga Muslim di Israel yang hidup berdampingan secara damai.