JAKARTA, BisnisMarket.com– Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas program Makan Bergizi Gratis yang menjadi janji kampanyenya.
Langkah ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers Selasa (02/06/2026). “Selama kurang lebih 1,5 tahun, Presiden melakukan monitoring dan evaluasi. Hari ini, Presiden memutuskan untuk melakukan pergantian pimpinan BGN,” ujar Prasetyo.
Dalam reshuffle ini, Presiden mencopot tiga dari empat pimpinan BGN, termasuk Ketua BGN Dadan Hindayana, serta dua Wakil Kepala BGN, yaitu Sonny Sanjaya dan Letnan Jenderal (Purn) Lodewyk Pusung. Sebagai penggantinya, Presiden mengangkat Nanik S. Deyang dari posisi Wakil Kepala menjadi Kepala BGN, serta menunjuk Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Menurut sumber internal BGN yang enggan disebutkan namanya, keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat manajemen lembaga, terutama menghadapi tantangan operasional program Makan Bergizi Gratis, yang menargetkan seluruh anak, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia di Indonesia.
Program unggulan ini, yang telah dijalankan secara bertahap sejak Januari 2025, sempat menghadapi berbagai kendala, mulai dari kualitas pangan yang kurang memenuhi standar, kasus keracunan makanan, hingga pengadaan sarana dan prasarana yang tidak optimal. Bahkan, sempat muncul indikasi praktik korupsi yang sedang ditangani pihak berwenang.
“Pergantian pimpinan ini bukan hanya soal evaluasi kinerja, tapi juga sebagai bentuk komitmen Presiden untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar seorang pejabat Kementerian Kesehatan yang turut memantau pelaksanaan program.
Pengamat kebijakan publik, Dr. Rini Kusuma, menambahkan, “Langkah Presiden Prabowo menunjukkan keberanian dalam memperbaiki birokrasi. Pergantian pimpinan BGN diharapkan bisa membawa semangat baru dan transparansi dalam pelaksanaan program nasional ini.”
Dengan pengangkatan Nanik S. Deyang dan tim baru, Presiden menegaskan fokus utama BGN adalah memastikan setiap anak dan warga rentan mendapatkan makanan bergizi berkualitas, aman, dan tepat waktu. Program ini dianggap sebagai salah satu prioritas nasional yang akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas generasi muda dan kesehatan masyarakat.
Sebagai penutup, Prasetyo Hadi menekankan, “Presiden ingin setiap kebijakan dan program BGN dapat dirasakan manfaatnya secara nyata. Inilah bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.”