BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan secara resmi bahwa perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 21 Maret 2026. Kepastian ini menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.

Momen malam takbiran, yang jatuh sehari sebelumnya, yaitu Jumat malam 20 Maret 2026, menjadi perhatian penting bagi masyarakat yang akan melaksanakan takbir keliling maupun persiapan akhir. Oleh karena itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca terkini.

Informasi ini sangat krusial untuk membantu masyarakat dalam merencanakan berbagai kegiatan malam takbiran mereka agar berjalan lancar dan aman. BMKG secara proaktif memberikan panduan mengenai kondisi atmosfer di berbagai wilayah Nusantara.

"Prakiraan cuaca di sejumlah kota besar Indonesia pada Jumat, 20 Maret 2026, umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan-sedang," ujar perwakilan BMKG.

Informasi detail mengenai potensi cuaca ini didapatkan melalui kanal resmi mereka. Dilansir dari akun Instagram @infobmkg, rincian prakiraan cuaca disajikan secara spesifik untuk memudahkan pemantauan.

Kondisi berawan diprediksi menjadi langit yang mendominasi di banyak daerah saat malam takbiran berlangsung. Meskipun demikian, warga tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi curah hujan.

Potensi hujan yang diprediksi berkisar antara intensitas ringan hingga sedang di beberapa kota besar Tanah Air. Hal ini perlu menjadi pertimbangan utama bagi mereka yang merencanakan kegiatan di luar ruangan.

Prakiraan ini mencakup sebaran kondisi atmosfer di berbagai pusat keramaian utama di Indonesia menjelang penetapan 1 Syawal 1447 H. Masyarakat diimbau mengecek secara berkala pembaruan informasi cuaca.

Rincian spesifik mengenai kota mana saja yang akan mengalami hujan ringan hingga sedang tersebut telah dipublikasikan oleh BMKG. Informasi ini menjadi panduan penting bagi persiapan malam takbiran.