BISNISMARKET.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengangkat isu krusial mengenai kondisi mentalitas masyarakat Indonesia secara terbuka. Ia secara spesifik mengaitkan isu tersebut dengan perlunya upaya serius dalam melestarikan budaya leluhur, khususnya seni bela diri pencak silat.
Sorotan ini disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) di Jakarta. Menurutnya, kekuatan sejati sebuah negara sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya, baik dari aspek fisik maupun mentalitas.
Prabowo menegaskan bahwa pencak silat jauh melampaui definisi sekadar cabang olahraga belaka. Seni bela diri ini merupakan esensi mendalam dari identitas kebangsaan yang wajib dipertahankan oleh generasi penerus bangsa.
Ia menekankan bahwa fondasi kemerdekaan suatu bangsa sesungguhnya dibangun di atas semangat juang yang dimiliki oleh rakyatnya sendiri. Semangat ini mesti diturunkan hingga ke tingkat individu dan unit terkecil dalam struktur sosial.
"Kemerdekaan suatu bangsa ditentukan oleh semangat rakyatnya," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Munas XVI PB IPSI.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa semangat kolektif tersebut harus terwujud dalam kemampuan tiap individu untuk menjaga diri sendiri, lingkup keluarga, hingga masyarakat luas. Kekuatan yang dicari bukan hanya kekuatan otot, melainkan juga kekuatan spiritual dan moral yang utuh.
"Tiap anak bangsa harus kuat, kuat fisiknya, kuat jiwanya, kuat imannya, kuat akhlaknya," tegasnya.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Prabowo kemudian menyinggung sebuah fenomena mengkhawatirkan yang pernah terjadi di Indonesia, di mana kalangan terdidik justru menunjukkan kecenderungan mengagungkan segala sesuatu yang berasal dari luar negeri.
Kondisi mentalitas yang mengabaikan kearifan lokal ini, menurut pandangan Presiden, telah menimbulkan dampak signifikan berupa erosi rasa percaya diri nasional.