BISNISMARKET.COM - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan kembali dedikasinya dalam mendorong pengembangan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung penuh agenda transisi energi nasional.
Komitmen ini juga bertujuan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah Republik Indonesia, meskipun terjadi pergeseran fokus dari energi fosil. Hal ini disampaikan langsung oleh pucuk pimpinan perusahaan.
Direktur Utama PT PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, memastikan bahwa saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) telah menjadi salah satu andalan EBT. PLTS dinilai mampu mempercepat dekarbonisasi sistem kelistrikan nasional.
PLN IP menargetkan bahwa kapasitas PLTS yang akan dikembangkan dapat mencapai angka signifikan, yaitu 1 Gigawatt (GW) dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan. Target ambisius ini menunjukkan keseriusan mereka.
Selain PLTS, sektor energi terbarukan lainnya yang menjadi fokus pengembangan adalah pembangkit berbasis biomassa atau Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm). Ini menjadi bagian dari diversifikasi portofolio EBT PLN IP.
Sementara itu, mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara, perusahaan menyatakan bahwa operasional yang ada saat ini hanya akan dioptimalkan dari segi kapasitas dan efisiensi. Tidak ada rencana sama sekali untuk membangun pembangkit batu bara baru.
"Sementara terkait Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara hingga saat ini masih dioptimalkan kapasitas dan efisiensi namun tidak ada rencana pembangunan pembangkit baru," kata Bernadus Sudarmanta.
PLN IP juga menunjukkan tanggung jawabnya terhadap aspek lingkungan dalam pengelolaan seluruh pembangkit listrik yang mereka operasikan. Hal ini terbukti dari berbagai penghargaan yang telah diraih.
Komitmen lingkungan PLN IP dibuktikan dengan keberhasilan meraih tujuh penghargaan lingkungan Proper Emas dan total 22 penghargaan lingkungan Proper Hijau pada tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.