BISNISMARKET.COM - Pertamina, badan usaha milik negara, terus memajukan inisiatifnya untuk mendukung sektor penerbangan yang lebih berkelanjutan. Perusahaan ini secara aktif mendorong penggunaan bahan bakar penerbangan ramah lingkungan, yang dikenal sebagai Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Inisiatif ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang Pertamina dalam mewujudkan penerbangan rendah emisi di masa depan. Hal ini sejalan dengan tren global untuk mengurangi jejak karbon di berbagai sektor industri.

Target penggunaan SAF oleh Pertamina dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pelestarian lingkungan di sektor aviasi.

Sustainable Aviation Fuel (SAF) merupakan bahan bakar alternatif yang diproduksi dari sumber daya terbarukan, seperti minyak jelantah, limbah pertanian, atau biomassa lainnya. Penggunaan SAF dapat mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan dibandingkan bahan bakar aviasi konvensional.

Penerapan SAF ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target netralitas karbon. Perusahaan terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan teknologi terkait energi terbarukan.

Melalui upaya ini, Pertamina berharap dapat mendorong industri penerbangan untuk mengadopsi praktik yang lebih ramah lingkungan. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri penerbangan nasional di kancah global.

"Pertamina siap menjadikan penerbangan lebih hijau mulai 2025 dengan bahan bakar ramah lingkungan," ujar perwakilan Pertamina.

Perusahaan pelat merah ini secara aktif mendorong adopsi bahan bakar penerbangan ramah lingkungan atau yang dikenal sebagai Sustainable Aviation Fuel (SAF). Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi untuk mewujudkan penerbangan rendah emisi di masa depan.

Dikutip dari sumber berita yang memuat informasi ini, komitmen Pertamina menunjukkan keseriusan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Pengembangan dan penggunaan SAF diharapkan dapat menjadi solusi nyata.