JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda membayangkan hidup dalam jadwal yang begitu padat, nyaris tanpa jeda, sejak fajar menyingsing hingga larut malam? Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari lingkungan Akademi Kepolisian (Akpol) yang mengindikasikan bahwa para calon perwira ini menjalani pendidikan yang, menurut pengakuan pimpinannya sendiri, "kurang manusiawi". Gambaran disiplin militer yang keras mungkin sudah terbayang, namun realitas di balik tembok Akpol ternyata menyimpan cerita yang lebih ekstrem dari yang kita duga.
Pengakuan Mengejutkan Gubernur Akpol
Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol), Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga, secara terbuka mengakui bahwa sistem pendidikan yang diterapkan di Akpol saat ini memang dinilai kurang manusiawi. Pengakuan ini disampaikan dalam sebuah rapat Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (2/4/2026) dilansir dari Kompas.com (3/4/2026). Ia memaparkan sebuah gambaran yang cukup mencengangkan mengenai rutinitas harian para taruna.
"Memang kalau kita perhatikan, kalau kita pikirkan memang sementara ini pendidikan kita kurang manusiawi," ujar Daniel. Ia menjelaskan lebih lanjut, "Karena mereka bangun misalnya jam 4 pagi, solat, ibadah, mulai dari jam 4 pagi sampai jam 10 malam tanpa ada istirahat mereka melaksanakan kegiatan."
Jadwal 'Gila' 18 Jam Sehari
Bayangkan saja, para taruna Akpol diharuskan bangun pada pukul 04.00 pagi untuk melaksanakan ibadah dan aktivitas lainnya, dan baru menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan mereka pada pukul 22.00 malam. Ini berarti mereka menjalani hari yang sangat panjang, sekitar 18 jam penuh, tanpa waktu istirahat yang memadai. Sistem Kredit Semester (SKS) yang diterapkan di Akpol saat ini menuntut para taruna untuk terus berada di kelas, mengikuti berbagai materi pembelajaran tanpa banyak jeda.
Daniel mengungkapkan kekhawatirannya jika kondisi ini terus dibiarkan. "Bangun mulai dari jam 4 pagi sampai jam 10 malam, bahkan bisa sampai lebih," ucapnya, menyiratkan bahwa jadwal tersebut sangat menguras tenaga dan konsentrasi. Ia berpandangan bahwa kelanjutan sistem ini dapat berdampak pada kemampuan taruna untuk menyerap pelajaran secara optimal.
Perbaikan Mulai Diterapkan: Istirahat Siang Kini Hadir
Menyadari kondisi yang ada, Akpol tidak tinggal diam. Berdasarkan pengakuan Gubernur, perbaikan-perbaikan signifikan mulai dilakukan, terutama dalam penyempurnaan kurikulum dan penyesuaian jadwal. Salah satu perubahan yang paling dinantikan dan kini telah diimplementasikan adalah pemberian jatah istirahat siang bagi para taruna.