BisnisMarket - Pemerintah sudah menyiapkan target untuk Sekolah Rakyat. Rencananya, pada tahun pertama 2025 ini Pemerintah akan menyediakan 200 unit Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Jumlah tersebut sesuai dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto yang ingin ada pembangunan 200 Sekolah Rakyat setiap tahunnya.

Dipastikan, sudah ada 53 unit sekolah yang sudah siap dari bangunannya, sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran 2025/2025. Sementara itu, sisanya sejumlah 147 unit lainnya baru akan dibuat bangunannya dengan berkoordinasi dengan kementerian pekerjaan umum (PU).

Sementara itu, puluhan bakal lokasi pembangunan Sekolah Rakyat itu merupakan aset dari kementerian sosial (kemensos), pemerintah provinsi (pemprov), pemerintah kabupaten (pemkab) juga pemerintah kota (pemkot) yang tersebar di berbagai wilayah.

"Tahun ini direncanakan yang baru kurang lebih, paling tidak mencapai 200 titik. Jadi yang dibangun baru kurang lebih di 140-an," kata Menteri Sekeretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat rapat koordinasi percepatan penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) Sekolah Rakyat di Kementerian PU, Jakarta, Senin (14/4/2025).

Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan langkah dari pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendidikan berkualitas yang bisa diakses oleh masyarakat miskin ekstrem maupun miskin. Dengan cita-cita besar untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Dalam prosesnya, selain membuat bangunan baru, bangunan yang sudah ada pun akan turut disurvei oleh Kementerian PU untuk dilakukan penyesuaian seperti perbaikan dan renovasi.

"Tentunya di situ butuh perbaikan, butuh renovasi, butuh penambahan fasilitas supaya bisa dipakai untuk kegiatan belajar-mengajar,” kata Prasetyo.

Pemerintah memastikan bahwa Sekolah Rakyat akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan mengacu kepada data sebaran kantong kemiskinan.