JAKARTA, BisnisMarket.com - Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menegaskan bahwa Program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih tetap dilanjutkan meskipun terjadi insiden meninggalnya tiga calon manajer koperasi saat mengikuti pelatihan militer dasar komponen cadangan. 

Pemerintah memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak akan menghentikan program yang menjadi salah satu upaya penguatan ekonomi masyarakat desa dan nelayan. 

Meski demikian, evaluasi serta langkah mitigasi akan dilakukan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan pelaksanaan pelatihan ke depan.

Menurut Juri, proses penyiapan sumber daya manusia untuk mengelola koperasi harus dipisahkan dari keberlanjutan program secara keseluruhan. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program tersebut sambil menangani berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan pelatihan. 

Hingga kini, Kementerian Pertahanan mencatat tiga peserta yang meninggal dunia, yakni Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. 

Ketiganya mengikuti pelatihan di lokasi berbeda yang tersebar di Jakarta, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.

"Jadi program Koperasi Merah Putih tentu tetap berlanjut," kata Juri di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.    

Pelatihan dasar militer bagi lebih dari 35 ribu calon manajer koperasi ini berlangsung selama 45 hari dan dimulai pada 17 Juni 2026. Kementerian Pertahanan menyatakan seluruh peserta telah melalui proses seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.