JAKARTA, BisnisMarket.com— Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) mengambil langkah tegas dengan membentuk tim respons krisis.

Langkah ini bertujuan untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di wilayah yang terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, dalam wawancara pada Jumat (6/3) mengungkapkan bahwa pembentukan tim respons ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keselamatan para WNI yang berada di kawasan Timur Tengah.

Tim tersebut akan memantau secara intensif setiap perkembangan situasi konflik, sehingga pemerintah dapat bergerak cepat apabila kondisi keamanan semakin memburuk.

“Kami membentuk crisis response team dan meningkatkan komunikasi intensif setiap harinya antara Kemlu Pusat dengan perwakilan-perwakilan terdampak di kawasan untuk mendapatkan update kondisi real situasi keamanan di lapangan dan kondisi serta keberadaan para WNI,” jelas Heni.

Seiring dengan pembentukan tim, Kemlu juga memperkuat koordinasi dengan perwakilan RI di wilayah terdampak.

Heni menambahkan bahwa para perwakilan di kawasan tersebut terus menjaga komunikasi dengan simpul-simpul WNI dan secara berkala menyampaikan laporan perkembangan situasi kepada kantor pusat Kemlu di Jakarta.

Kemlu juga memanfaatkan teknologi untuk memperbarui data jumlah dan sebaran WNI yang ada di wilayah akreditasi masing-masing perwakilan.

Selain itu, perwakilan RI di Timur Tengah juga memperbarui rencana kontinjensi dan melakukan asesmen terhadap berbagai opsi evakuasi apabila situasi semakin memburuk.