BISNIS MARKET- Terdapat 10 sekolah di Depok menerima email ancaman teror bom, penculikan, pembunuhan, serta penyebaran narkoba dari pelaku yang mengaku bernama Kamila Hamdi.
Adapun pelaku peneror bom itu mengancam begini!
"Sekolah se-Kota Depok yang terima email gua, gua bakal teror bom sama culik, bunuh, tebar narkoba ke semua sekolah yang terima email ini."
Timnas Putri Indonesia Bersiap Hadapi Singapura di Bandung, Ujian Krusial untuk Peringkat FIFA
Rupanya pelaku juga mencantumkan alamat rumahnya dan mengaku alumni SMP serta SMA IT Nururrahman, plus lulusan Universitas Telkom.
Pelaku menulis: "Gua sangat bertanggung jawab atas yang gua lakukan." Pelaku juga mengaku akan bertanggung jawab atas teror bom yang dilakukannya kepada sepuluh sekolah.
Ternyata alasan pelaku mengancam 10 sekolah di Depok adalah membenci pendidikan di Depok. Karena polisi dianggap tidak adil menanggapi laporan pemerkosaannya dan pelaku pria tidak bertanggung jawab.
Sedangkan motifnya adalah:
"Gua benci sama pendidikan di Depok. Gak terima, polisi gak adil, gak tanggepin laporan karena gua diperkosa dan cowo yang perkosa gua gak tanggung jawab nikahin gua." Kini Polri sedang menyelidiki lebih lanjut.
Kasus ancaman bom yang mencatut nama Kamila Luthfiani Hamdi terhadap 10 sekolah di Depok pada Desember 2025 ini sedang dalam penanganan intensif oleh Polres Metro Depok.