BISNISMARKET.COM - Pasar saham di kawasan Asia mayoritas menunjukkan tren kenaikan pada perdagangan hari Kamis, mengindikasikan optimisme investor yang mulai mengesampingkan sentimen negatif terkait ketegangan geopolitik. Kenaikan ini bahkan dipimpin oleh indeks saham Jepang yang mencatatkan performa paling signifikan di antara bursa regional lainnya.
Indeks acuan Nikkei 225 di Jepang melonjak lebih dari 3,72% pada hari tersebut, berhasil menembus level psikologis 61.000 poin. Sementara itu, indeks Topix Jepang juga ikut menguat, mencatat kenaikan sebesar 1,91% seiring dengan sentimen positif pasar.
Perkembangan positif juga terjadi di Australia, di mana indeks S&P/ASX 200 berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 1%. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen bullish mulai menyebar luas di berbagai pasar utama Asia Pasifik.
Di Korea Selatan, indeks Kospi juga mencatat apresiasi sebesar 1,17% pada hari yang sama, meskipun indeks untuk saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, justru mengalami sedikit koreksi dengan penurunan 0,09%.
Kondisi perdagangan di Hong Kong menunjukkan prospek positif, di mana kontrak berjangka Indeks Hang Seng berada di level 26.423. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan indeks sebelumnya di level 26.213,78, mengantisipasi pembukaan yang lebih cerah.
Kenaikan indeks yang meluas di kawasan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) sebelumnya mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi serangan militer yang lebih intensif terhadap Iran. Peringatan tersebut dikeluarkan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan damai yang diusulkan oleh Washington.
Ancaman baru dari Presiden AS ini muncul di tengah adanya indikasi bahwa negosiasi antara Washington dan Teheran justru dikabarkan semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Perkembangan inilah yang tampaknya lebih diperhatikan oleh investor.
Melalui akun media sosial Truth miliknya, Presiden AS tersebut menyampaikan bahwa operasi militer AS yang diberi nama sandi Operasi Epic Fury akan dihentikan. Hal ini akan terjadi asalkan Iran bersedia memenuhi semua poin yang telah disepakati bersama.
"Operasi militer AS yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury akan berakhir jika Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati," ujar Presiden AS melalui akun media sosial Truth miliknya.