BISNISMARKET.COM - Pergerakan pasar aset kripto kembali menunjukkan volatilitas signifikan pada hari ini, Kamis (9/4/2026). Mata uang digital utama, Bitcoin, tercatat mengalami sedikit koreksi harga dalam 24 jam terakhir.
Penurunan tersebut berada di kisaran satu persen, menandakan adanya tekanan jual yang mulai mendominasi sentimen investor global. Kondisi ini membuat harga Bitcoin bergerak mendekati level psikologis penting.
Secara nominal, harga Bitcoin hari ini terpantau berada di zona Rp1,20 miliar per koin. Angka ini setara dengan valuasi sekitar US$70.916 jika dikonversi berdasarkan kurs yang berlaku.
Kenaikan atau penurunan sekecil apapun pada Bitcoin seringkali menjadi indikator sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Investor kini memantau pergerakan ini dengan seksama untuk mengantisipasi langkah selanjutnya.
Salah satu kekhawatiran utama yang mulai menghantui para pelaku pasar adalah potensi terjadinya fenomena long squeeze. Ancaman ini dapat memicu aksi jual lebih dalam jika level support utama ditembus.
Ancaman long squeeze sendiri merujuk pada situasi di mana posisi beli (long) yang terlalu banyak mengalami likuidasi paksa ketika harga turun tajam. Hal ini akan memperparah tekanan jual yang sudah ada.
Investor yang memiliki posisi beli besar terancam terdorong keluar dari pasar secara tiba-tiba jika sentimen negatif terus menguat. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para analis teknikal.
Pergerakan harga yang stagnan atau sedikit menurun ini terjadi di tengah ketidakpastian makroekonomi global yang masih membayangi aset berisiko seperti Bitcoin. Situasi ini menuntut kehati-hatian ekstra.
Meskipun mengalami sedikit pelemahan, harga Bitcoin masih berada di level yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan periode beberapa bulan sebelumnya, dilansir dari laporan pasar terkini.