JAKARTA, BisnisMarket.com– Ketegangan geopolitik yang kembali merebak di Timur Tengah menyumbang dampak besar pada pasar global. 

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu lonjakan harga minyak dunia, memicu kekhawatiran inflasi yang meluas, dan memberi dampak negatif pada kestabilan ekonomi global. 

Keadaan ini turut memperburuk ketidakpastian ekonomi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik 0,4 persen menjadi 110,19 dolar AS per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka naik 0,8 persen menjadi 113,31 dolar AS. Lonjakan harga energi ini turut memengaruhi inflasi di berbagai negara dan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian negara-negara pengimpor energi.

Dalam menghadapi gejolak ini, Noviardi Ferzi, seorang pengamat ekonomi, menegaskan bahwa Indonesia harus segera memperkuat daya tahan ekonomi domestik untuk mengurangi dampak dari ketidakpastian global. Menurutnya, lonjakan harga energi serta gangguan rantai pasok global bisa menekan inflasi, menambah beban subsidi, dan menggerus daya beli masyarakat.
Halaman:
I
I
Editor: iqbal
Penulis: iqbal ajie saputra