Mandiri Sekuritas (Mansek) memproyeksikan tren positif pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan sekuritas pelat merah ini meyakini bahwa performa bursa domestik akan terus membaik hingga mencapai pertumbuhan dua digit pada 2026. Langkah strategis juga telah disiapkan untuk mendorong gairah pasar melalui penambahan jumlah emiten baru di lantai bursa.

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana membawa lebih dari enam calon emiten untuk melantai di bursa tahun ini. Meskipun pasar sempat bergejolak akibat peringatan transparansi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), rencana Initial Public Offering (IPO) tetap berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini, belum ada satu pun perusahaan di bawah naungan Mansek yang memutuskan untuk membatalkan proses tersebut.

Oki menjelaskan bahwa kesuksesan IPO sangat bergantung pada dinamika permintaan pasar serta minat dari para investor saat ini. Perubahan regulasi mengenai batas minimum saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen menjadi faktor penting yang sedang dipantau. Mansek kini fokus pada persiapan matang selama empat hingga enam bulan agar momentum peluncuran saham perdana dapat dilakukan secara tepat sasaran. "Kita tahun ini pipeline untuk IPO sebenarnya lebih banyak dari tahun lalu," ujar Oki dalam acara Buka Puasa Bersama wartawan di Jakarta, Rabu (25/2). Ia juga menegaskan bahwa peristiwa terkait MSCI tidak menyurutkan niat para calon emiten untuk tetap melantai di bursa saham Indonesia. Fokus utama manajemen saat ini adalah memastikan setiap proses dikerjakan dengan maksimal demi menjaga kepercayaan publik dan investor.

Reformasi pasar modal yang dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) diyakini akan menarik kembali minat investor asing. Penguatan transparansi dan tata kelola perusahaan yang lebih baik menjadi daya tarik utama bagi pemodal internasional untuk memonitor perkembangan ekonomi di Indonesia. Saham-saham dengan fundamental kokoh diprediksi akan menjadi incaran utama baik oleh pemodal domestik maupun mancanegara.

Selain faktor eksternal, likuiditas pasar modal tanah air diharapkan meningkat pesat melalui peran aktif berbagai institusi domestik. Peningkatan porsi investasi dari sektor asuransi, manajer investasi, hingga BPJS dinilai akan memberikan stabilitas pada pergerakan harga saham secara jangka panjang. Sinergi antar lembaga keuangan ini menjadi kunci utama dalam memperkuat ekosistem pasar modal di masa depan yang lebih transparan.

Oki menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa likuiditas pasar akan kembali pulih seiring dengan berjalannya reformasi transparansi di bursa. Menurutnya, perusahaan dengan cerita pertumbuhan yang menarik hanya membutuhkan waktu sebelum akhirnya diminati secara luas oleh para pelaku pasar. Dengan fundamental yang terus terjaga, masa depan pasar saham Indonesia tetap dipandang cerah oleh para pelaku industri keuangan nasional.

Sumber: Cnnindonesia

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260226123252-78-1332027/mandiri-sekuritas-yakin-ihsg-tumbuh-dobel-digit-tahun-ini