BISNISMARKET.COM - Penyanyi muda berbakat, Olivia Rodrigo, baru-baru ini memberikan pernyataan tegas terkait perdebatan yang muncul di jagat maya mengenai pilihan busana yang ia kenakan dalam beberapa penampilan terbarunya. Kontroversi ini berpusat pada penggunaan gaun bergaya babydoll yang dianggap sebagian pihak memicu reaksi publik yang berlebihan.
Perdebatan mengenai pakaian panggung Rodrigo mulai memanas setelah penampilannya dalam video musik terbarunya. Dalam video tersebut, ia terlihat mengenakan gaun biru muda berenda yang merupakan koleksi dari rumah mode Chloé.
Selain itu, kritik juga muncul setelah Rodrigo tampil dalam acara Spotify Billions Club Live di Barcelona pada awal Mei 2026. Saat itu, ia memilih untuk mengenakan atasan bermotif floral dari merek Génération78.
Timnas Putri Indonesia Bersiap Hadapi Singapura di Bandung, Ujian Krusial untuk Peringkat FIFA
Beberapa pengguna di platform X (sebelumnya Twitter) mengaitkan pilihan busana tersebut dengan konotasi negatif yang dinilai tidak pantas untuk ditampilkan di ruang publik. Hal ini memicu diskusi luas mengenai bagaimana busana seorang artis wanita dinilai oleh masyarakat.
Menanggapi hal ini, Olivia Rodrigo memberikan klarifikasi dalam sebuah wawancara eksklusif yang disiarkan melalui Popcast dari The New York Times. Penyanyi berusia 23 tahun tersebut menegaskan adanya ketidakseimbangan dalam cara publik memandang busananya.
"Pihak yang mengkritik busananya justru memiliki permasalahan dalam cara pandang mereka sendiri," ujar Olivia Rodrigo saat diwawancarai, menyoroti adanya standar ganda dalam penilaian busana.
Penampilan yang memicu sorotan di Barcelona tersebut terjadi dalam acara eksklusif Billions Club Live. Konser mini ini diselenggarakan untuk merayakan kemitraan antara Spotify dan FC Barcelona, tepat sebelum pertandingan besar El Clásico berlangsung.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, tanggapan Rodrigo ini diharapkan dapat membuka diskusi lebih lanjut mengenai objektivitas dalam menilai pilihan busana para figur publik, terutama perempuan di industri hiburan.