BISNISMARKET.COM - PT MRT Jakarta (Perseroda) telah mengambil langkah penting dalam rangka mematangkan persiapan operasional jalur perpanjangan Fase 2A. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan kontrak resmi untuk pembangunan sistem tiket otomatis atau yang dikenal sebagai Automatic Fare Collection (AFC).
Keputusan ini merupakan bagian krusial dari upaya perusahaan untuk memastikan integrasi dan kemudahan akses bagi calon penumpang di koridor baru tersebut. Investasi besar ini menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan infrastruktur digital layanan perkeretaapian di ibu kota.
Kontrak pembangunan sistem tarif otomatis tersebut diteken dengan nilai investasi yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp 341,5 miliar. Nilai fantastis ini menegaskan keseriusan MRT Jakarta dalam mengadopsi teknologi terkini untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Pihak MRT Jakarta telah resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan mitra pelaksana yang telah ditunjuk melalui proses seleksi yang ketat. Penandatanganan ini secara resmi memulai fase eksekusi proyek teknologi AFC untuk Fase 2A.
"Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan kelancaran operasional jalur Fase 2A," ungkap perwakilan manajemen MRT Jakarta terkait penandatanganan kontrak tersebut.
Pembangunan sistem AFC ini bertujuan utama untuk menciptakan sistem pembayaran yang terintegrasi dan efisien bagi seluruh pengguna layanan MRT di jalur perpanjangan ini kelak. Hal ini sejalan dengan visi pengembangan transportasi massal yang modern.
PGN Perkuat Akses Kesehatan Komunitas Lewat Pemeriksaan Mata Gratis untuk Pelajar dan Warga
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, nilai investasi sebesar Rp 341,5 miliar ini dialokasikan khusus untuk pengadaan, instalasi, dan pengujian teknologi canggih yang mendukung sistem tiket otomatis tersebut.
"Investasi ini menunjukkan komitmen serius dalam membangun infrastruktur digitalisasi layanan perkeretaapian," tambah perwakilan MRT Jakarta mengenai alokasi dana kontrak tersebut.
Dengan adanya sistem tiket otomatis yang baru ini, diharapkan proses naik dan turun penumpang di stasiun-stasiun Fase 2A akan menjadi lebih cepat dan meminimalkan antrean transaksi manual.