BISNISMARKET.COM - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) dan PT Pertamina (Persero) telah menjalin kesepakatan penting terkait pasokan bioetanol untuk tahun 2026. Target produksi yang ditetapkan dalam kerja sama ini adalah sebanyak 3 juta liter.

Kesepakatan ini merupakan manifestasi nyata dari upaya hilirisasi industri perkebunan yang sedang digalakkan. Melalui proses ini, tetes tebu, yang merupakan produk sampingan dari pengolahan tebu, akan diubah menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan.

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk mendorong penggunaan energi bersih di Indonesia. Bioetanol yang dihasilkan dari tetes tebu menawarkan alternatif bahan bakar yang lebih berkelanjutan.

Selain menghasilkan sumber energi baru, proses pengolahan tetes tebu menjadi bioetanol juga berkontribusi pada pengelolaan limbah industri perkebunan. Limbah yang tadinya berpotensi mencemari lingkungan kini dapat dimanfaatkan secara produktif.

Kerja sama ini menunjukkan komitmen kedua perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional menuju sumber yang lebih hijau. Pemanfaatan produk sampingan perkebunan menjadi energi terbarukan adalah langkah strategis dalam mencapai tujuan tersebut.

Pengembangan bioetanol ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya di sektor perkebunan. Nilai tambah produk turunan tebu akan meningkat signifikan.

"Hal ini merupakan wujud nyata dari upaya hilirisasi industri perkebunan, di mana tetes tebu, yang merupakan produk sampingan dari pengolahan tebu, akan diubah menjadi energi bersih," ujar perwakilan PTPN I.

Pihak Pertamina menyambut baik kesepakatan ini sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam diversifikasi portofolio energi. Ketersediaan bioetanol akan mendukung upaya perseroan dalam penyediaan bahan bakar nabati.

"Kami optimis kolaborasi ini akan berjalan lancar dan berkontribusi pada target bauran energi nasional," tambah perwakilan Pertamina.