BISNISMARKET.COM - Suasana perayaan Lebaran di sebagian wilayah Jakarta Timur mendadak berubah mencekam akibat bencana hidrometeorologi yang melanda. Kawasan padat penduduk di Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, dilaporkan terendam banjir pada hari raya.
Banjir yang terjadi ini menimbulkan dampak serius bagi aktivitas warga yang seharusnya menikmati momen Idul Fitri bersama keluarga. Ketinggian air dilaporkan mencapai level yang cukup mengkhawatirkan bagi hunian rumah penduduk setempat.
Peristiwa luapan air ini tercatat mulai terjadi pada Sabtu petang, tepatnya pukul 18.05 WIB. Kejadian ini memerlukan respons cepat dari instansi terkait untuk memitigasi dampak yang ditimbulkan oleh genangan air tersebut.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) segera dikerahkan menuju lokasi kejadian. Mereka bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai adanya warga yang terjebak atau terdampak parah oleh banjir.
Fokus utama petugas saat tiba di lokasi adalah melakukan proses evakuasi terhadap warga yang berada dalam situasi darurat. Upaya penyelamatan ini dilakukan mengingat ketinggian air yang sudah melebihi batas aman.
Kasudin Gulkarmat Jaktim, Muchtar, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan situasi di lapangan. Keterangan ini mengonfirmasi tingkat keparahan banjir di area Ciracas tersebut.
"Ketinggian air 105 Cm. Jumlah yang di evakuasi 6 jiwa," kata Kasudin Gulkarmat Jaktim, Muchtar, dalam keterangannya, Sabtu (21/3/2026).
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa ada enam warga yang berhasil dievakuasi dari rumah mereka karena air sudah mencapai level 105 sentimeter, atau sekitar 1 meter lebih sedikit. Data ini dirilis pada hari yang sama saat bencana terjadi, yakni Sabtu, 21 Maret 2026.
Meskipun terjadi saat masa libur Lebaran, petugas menunjukkan profesionalisme tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Mereka memastikan warga terdampak dapat berpindah ke tempat yang lebih aman dari ancaman air bah tersebut.