BISNISMARKET.COM - Dunia aset kripto kembali diguncang oleh isu dugaan manipulasi harga yang serius. Kali ini, fokus perhatian tertuju pada proyek yang dikenal sebagai LAB, yang dituduh menjadi korban skema pump and dump terorganisir.
Tuduhan ini semakin menguat setelah muncul klaim bahwa ada keterlibatan pihak-pihak penting dalam ekosistem tersebut. Secara spesifik, dugaan skema ini melibatkan oknum yang diduga merupakan market maker dan bahkan oknum dari tim pengembang proyek LAB itu sendiri.
Menanggapi situasi yang meresahkan komunitas ini, seorang analis kripto ternama, ZachXBT, mengambil langkah proaktif. Ia secara terbuka mengumumkan kesediaannya untuk memberikan kompensasi finansial yang signifikan bagi siapa saja yang berhasil mengungkap pelaku utama di balik manipulasi ini.
Imbalan yang ditawarkan oleh ZachXBT terbilang sangat besar, mencapai sekitar Rp172 juta. Tawaran ini menunjukkan keseriusan dalam memberantas praktik curang yang merusak integritas pasar digital.
Tujuan utama dari penawaran hadiah fantastis ini adalah untuk mendorong komunitas dan pihak terkait agar berani memberikan informasi yang valid. Informasi tersebut diharapkan dapat mengarah pada identifikasi dan penangkapan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerugian investor.
"Dugaan manipulasi harga kembali mengguncang pasar kripto," ujar ZachXBT, menyoroti betapa seringnya insiden serupa terjadi di ruang digital ini.
Lebih lanjut, ZachXBT menekankan bahwa proyek LAB menjadi sorotan utama karena adanya tuduhan kuat mengenai skema pump and dump yang terstruktur. Skema ini diduga dirancang secara sistematis untuk merugikan investor ritel demi keuntungan segelintir pihak.
"Skema ini diduga melibatkan market maker dan tim proyek," demikian penekanan yang diberikan terkait dugaan kolaborasi antara operator pasar dan pengembang aset itu sendiri.
Dikutip dari berbagai sumber yang menyoroti isu ini, langkah ZachXBT ini dilihat sebagai upaya penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam industri aset kripto yang seringkali rentan terhadap praktik tidak etis.