BISNISMARKET.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengambil langkah drastis dengan mencopot Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George. Keputusan mendadak ini terjadi di tengah memanasnya tensi militer di kawasan Timur Tengah.
Langkah pemecatan ini merupakan bagian dari gelombang perombakan terbaru yang dilakukan di jajaran petinggi Departemen Pertahanan AS, atau yang dikenal sebagai Pentagon.
Pencopotan seorang jenderal aktif saat negara sedang menghadapi situasi konflik berlangsung seperti sekarang ini merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi dalam sejarah militer modern Amerika Serikat.
Pemerintah AS tidak memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik keputusan mendadak untuk memensiunkan George, meskipun masa baktinya masih menyisakan lebih dari satu tahun.
Pentagon mengumumkan bahwa George akan segera pensiun dari jabatannya, mengakhiri masa tugasnya lebih cepat dari jadwal yang direncanakan sebelumnya.
Dalam sebuah pernyataan resmi, pihak Pentagon menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdian George selama puluhan tahun bertugas di Angkatan Darat AS.
"Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya," demikian pernyataan resmi Pentagon, dilansir dari Reuters, pada hari Jumat (3/4/2026).
Selain George, dilaporkan bahwa Menteri Pertahanan Hegseth juga mencopot beberapa pejabat tinggi lainnya dari posisi mereka. Pejabat yang disebut termasuk Jenderal David Hodne dan Mayor Jenderal William Green.
Sebagai penanggung jawab sementara, posisi Kepala Staf Angkatan Darat kini akan diisi oleh Jenderal Christopher LaNeve hingga ditunjuknya pengganti definitif.