BISNISMARKET.COM - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) baru saja mempublikasikan data terbaru mengenai kepemilikan saham emiten yang nilainya mencapai porsi lebih dari 1%. Publikasi ini secara tidak langsung mengungkap sebagian dari portofolio investasi yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, atau yang juga dikenal sebagai BPJamsostek.

Informasi ini disajikan sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang keterbukaan informasi kepemilikan saham emiten tercatat kepada publik. Data yang dirilis mencakup detail investor dengan kepemilikan saham di atas ambang batas 1% yang tercatat di KSEI per tanggal 27 Februari 2026.

Sementara itu, kinerja operasional BPJamsostek menunjukkan pertumbuhan yang signifikan hingga akhir tahun 2025. Lembaga ini mencatatkan penerimaan iuran sebesar Rp113,5 triliun, menandai pertumbuhan sebesar 8% secara tahunan dalam periode tersebut.

Di sisi lain, pembayaran manfaat klaim juga mengalami peningkatan yang cukup substansial. Pada periode yang sama, total pembayaran manfaat klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp68,24 triliun, atau naik 19,4% dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Menatap tahun 2026, proyeksi keuangan BPJamsostek menunjukkan optimisme dengan target penerimaan iuran yang diperkirakan mencapai Rp118 triliun. Selain itu, lembaga juga memproyeksikan bahwa pembayaran klaim akan terus meningkat hingga menyentuh angka Rp78,4 triliun.

Melalui dokumen resmi KSEI, terungkap bahwa dua entitas utama BPJamsostek, yaitu DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua dan DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Pensiun, menggenggam sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia. Hal ini menunjukkan strategi diversifikasi investasi untuk optimalisasi dana peserta.

Pertanyaan muncul mengenai saham spesifik apa saja yang menjadi pilihan investasi strategis bagi BPJamsostek dalam menjalankan mandatnya. Dilansir dari KSEI, berikut adalah sebagian dari daftar 34 saham yang tercatat dalam portofolio mereka hingga batas waktu publikasi tersebut.

Daftar tersebut mencakup saham-saham dari berbagai sektor unggulan, mulai dari perbankan besar seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), hingga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Sektor properti dan infrastruktur juga terlihat kuat, diwakili oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR).

Portofolio ini juga menunjukkan minat pada sektor komoditas dan energi, terlihat dari kepemilikan saham di PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Harum Energy Tbk. (HRUM), serta PT United Tractors Tbk. (UNTR). Selain itu, saham-saham konsumer juga mendominasi, seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).