BISNISMARKET.COM - Kabar terbaru dari Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan kemegahan infrastruktur spiritual mulai terlihat nyata. Salah satu bangunan penting, Gereja Santo Fransiskus Xaverius, dilaporkan sudah hampir rampung secara fisik dan tinggal menunggu langkah administratif tertinggi.
Progres konstruksi gereja megah yang dirancang untuk menjadi pusat peribadatan di IKN tersebut telah mencapai tahap akhir yang krusial. Saat ini, fokus pembangunan telah bergeser ke penyelesaian tahap akhir seperti interior, ornamen, fasad eksterior, serta penataan lanskap di sekitarnya.
Namun, di balik kemegahan fisik yang hampir 99% selesai, terdapat satu tahapan penting yang belum terpenuhi untuk penamaan resminya. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI memberikan klarifikasi mengenai status gereja tersebut.
Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan berbagai spekulasi dan informasi yang beredar di publik mengenai penamaan gereja yang sedang dibangun di IKN tersebut. Proses ini harus mengikuti prosedur baku Gereja Katolik sedunia.
Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik, Salman Habeahan, menjelaskan bahwa penetapan status basilika memiliki mekanisme yang ketat mengikuti aturan Gereja Katolik universal. Ini adalah proses yang tidak bisa dilewati oleh pembangunan gereja mana pun.
"Penetapan status basilika mengikuti mekanisme Gereja Katolik universal," kata Salman Habeahan.
Lebih lanjut, Salman Habeahan memaparkan bahwa permohonan resmi untuk penetapan status tersebut telah diajukan oleh Uskup Agung Samarinda kepada Takhta Suci Vatikan. Pengajuan ini didasarkan pada kajian mendalam yang telah dilakukan.
Kajian tersebut meliputi aspek historis, pastoral, liturgis, dan spiritual, yang kemudian diperkuat dengan rekomendasi resmi dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Proses ini menunjukkan keseriusan persiapan gereja tersebut.
Secara kapasitas, Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN ini dirancang untuk menampung jamaat dalam jumlah besar. Ruang utama gereja diperkirakan mampu menampung sekitar 1.500 umat, ditambah selasar luar yang dapat menampung 1.000 umat tambahan.