BISNISMARKET.COM - Kinerja bisnis Mandiri Utama Finance (MUF) sepanjang tahun 2025 dilaporkan tetap menunjukkan tren positif yang solid. Hal ini tercermin dari beberapa indikator keuangan utama yang berhasil dicapai perusahaan pembiayaan tersebut.
Direktur Mandiri Utama Finance, Dapot Sinaga, mengungkapkan bahwa piutang kelolaan perusahaan mengalami peningkatan signifikan. Secara tahunan (year-on-year), piutang kelolaan naik sebesar 15%.
Selain itu, pertumbuhan juga terlihat pada volume pembiayaan baru yang berhasil dibukukan sepanjang tahun tersebut. Pembiayaan baru naik 11%, mencapai total angka Rp 24 triliun.
Kinerja operasional yang kuat ini turut mendongkrak profitabilitas perusahaan. Laba bersih MUF tercatat mampu naik impresif sebesar 33% dibandingkan periode sebelumnya, menyentuh angka Rp 400 Miliar.
Saat ini, segmen pembiayaan mobil baru masih menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan bisnis MUF. Segmen ini berhasil membukukan pertumbuhan sebesar 25% pada tahun 2025.
Pertumbuhan ini diikuti oleh lini bisnis multiguna dan juga pembiayaan syariah yang dijalankan melalui kerja sama strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kemitraan ini menjadi salah satu pilar diversifikasi layanan perusahaan.
Menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik yang diperkirakan semakin bergejolak pada tahun 2026, MUF telah menyiapkan langkah antisipatif. Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi kenaikan suku bunga acuan.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian tersebut, MUF menerapkan sejumlah strategi penyesuaian. Strategi ini berfokus pada penguatan struktur bisnis perusahaan ke depan.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah diversifikasi portofolio pembiayaan secara lebih luas. Perusahaan berencana memperbanyak lini bisnis yang ditawarkan kepada konsumen.