BISNIS MARKET – Teka-teki masa depan Ruben Amorim di kursi kepelatihan Manchester United akhirnya terjawab. Melalui pernyataan resmi klub pada Senin sore waktu setempat (5/1/2026), Setan Merah mengumumkan telah memutus kerja sama dengan pelatih asal Portugal tersebut.

Keputusan drastis ini diambil hanya berselang satu hari setelah Manchester United ditahan imbang 1-1 oleh Leeds United. Hasil tersebut membuat United tertahan di posisi keenam klasemen sementara Liga Inggris musim 2025/2026.

Alasan Di Balik PemecatanMeski sempat membawa harapan baru sejak kedatangannya pada November 2024, perjalanan Amorim di Old Trafford berakhir antiklimaks. Beberapa faktor utama yang memicu pemecatan ini antara lain:

Performa yang Inkonsisten

Dari total 63 pertandingan yang dijalani, Amorim mencatatkan rata-rata 1,43 poin per pertandingan—salah satu rekor terendah bagi manajer United di era modern.

Ketegangan Internal

Laporan dari The Athletic menyebutkan adanya keretakan hubungan antara Amorim dengan jajaran manajemen, terutama Direktur Sepak Bola Jason Wilcox, terkait kebijakan transfer dan filosofi taktik tiga bek yang terus menuai kritik.

Ultimatum Kontroversial

Tak lama sebelum dipecat, Amorim sempat melontarkan pernyataan provokatif terkait tuntutan otoritas penuh atas tim, yang kabarnya memicu kemarahan petinggi klub.