BISNISMARKET.COM - Liga Muslim Dunia (LMD) telah mengalokasikan dana signifikan untuk mendukung perayaan tradisi Meugang yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat Aceh setiap tahun. Bantuan finansial ini mencapai nominal fantastis, yaitu 1 juta Riyal Arab Saudi.
Nilai bantuan tersebut setara dengan lebih dari Rp 4,5 miliar, yang diperuntukkan secara spesifik bagi masyarakat Aceh. Dana ini ditujukan untuk memastikan tradisi Meugang dapat terlaksana dengan baik dan meriah oleh seluruh lapisan masyarakat.
Penyaluran dana ini merupakan tindak lanjut konkret dari pertemuan tingkat tinggi yang telah diselenggarakan sebelumnya. Secara khusus, ini adalah implementasi dari kunjungan penting Sekjen LMD ke Indonesia.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memberikan keterangan resmi mengenai realisasi bantuan tersebut pada hari Selasa, 17 Maret 2026. Beliau menjelaskan konteks besar di balik pemberian dukungan finansial ini.
"Sebagai bentuk salah satu implementasi kunjungan Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Dr Muhammad Abdul Karim Al-Issa kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada Desember 2025, Liga Muslim Dunia membantu masyarakat Aceh terdampak banjir bandang," kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Bantuan senilai 1 juta Riyal tersebut tidak disalurkan secara tunai langsung kepada individu, melainkan melalui jalur kelembagaan yang terstruktur. Penyaluran dilakukan melalui 150 institusi pendidikan Islam.
Dana tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan materiil yang sangat membantu kebutuhan perayaan Meugang. Secara rinci, bantuan tersebut mencakup penyediaan 90 ekor sapi dan 13.500 bingkisan Lebaran.
"Bantuan senilai 1 juta Riyal tersebut disalurkan melalui 150 pondok-pondok pesantren, yang diwujudkan dalam bentuk 90 sapi dan 13.500 bingkisan lebaran, dimanfaatkan peruntukannya bagi para santri, asatidz dan masyarakat sekitar pesantren di 14 Kabupaten di Provinsi Aceh untuk pelaksanaan tradisi Meugang yang dilakukan setiap tahun," tambah Muzani.
Distribusi bantuan ini mencakup wilayah yang cukup luas, menjangkau 14 Kabupaten yang tersebar di seluruh Provinsi Aceh. Penerima manfaat utamanya adalah para santri, para asatidz, serta masyarakat yang berada di lingkungan pesantren tersebut.