JAKARTA, BisnisMarket.com - Fenomena langit yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hujan meteor Lyrid Meteor Shower mencapai puncaknya malam ini, Rabu, 22 April 2026. Bagi pencinta astronomi maupun masyarakat umum, ini adalah momen langka yang bisa dinikmati tanpa alat khusus cukup dengan mata telanjang dan langit yang cerah.
Hujan meteor Lyrid bukan fenomena baru. Catatan sejarah menunjukkan bahwa peristiwa ini sudah diamati sejak lebih dari 2.500 tahun lalu, bahkan tercatat dalam dokumen kuno China. Artinya, apa yang Anda lihat malam ini adalah bagian dari sejarah panjang langit yang terus berulang.
Fenomena ini dinamai dari rasi bintang Lyra, yang menjadi titik asal munculnya meteor. Namun, jangan salah meteor tidak hanya muncul dari satu arah, melainkan bisa melintas di berbagai bagian langit.
Sumber dari hujan meteor ini berasal dari debu yang ditinggalkan oleh komet C/1861 G1 Thatcher. Komet ini memiliki orbit panjang sekitar 415 tahun dan diperkirakan baru akan kembali mendekati Bumi pada tahun 2276. Jadi, setiap meteor yang terlihat malam ini sebenarnya adalah sisa perjalanan panjang komet tersebut.
Waktu Terbaik Mengamati
Untuk wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan sekitarnya, hujan meteor mulai terlihat sekitar pukul 23.00 WIB hingga menjelang matahari terbit.
Setelah bulan kuartal pertama terbenam menjelang tengah malam, langit akan menjadi lebih gelap, kondisi ideal untuk menyaksikan meteor dengan lebih jelas.
Seberapa Spektakuler?
Hujan meteor Lyrid dikenal memiliki intensitas sedang, dengan rata-rata sekitar 20 meteor per jam saat puncaknya. Namun, dalam kondisi tertentu, jumlahnya bisa lebih banyak. Beberapa meteor bahkan meninggalkan jejak cahaya terang yang bertahan beberapa detik menjadi momen yang sulit dilupakan.