BISNISMARKET.COM - Presiden Prabowo Subianto memberikan kepastian tegas mengenai kelanjutan program andalannya, yaitu makan bergizi gratis (MBG). Keputusan ini diambil meskipun pemerintah sedang berada dalam situasi efisiensi anggaran akibat dampak krisis global yang melanda dunia.
Penegasan ini menjadi jawaban atas kekhawatiran publik mengenai keberlanjutan program populis tersebut di tengah tekanan ekonomi makro saat ini. Program MBG dinilai krusial untuk mendukung gizi dan pendidikan generasi muda Indonesia.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Presiden dalam sebuah sesi diskusi yang sangat dinantikan. Diskusi tersebut melibatkan sejumlah jurnalis dan pengamat kebijakan publik terkemuka di Indonesia.
Sesi penting ini disiarkan melalui kanal YouTube resmi milik Prabowo Subianto. Momen penegasan tersebut terjadi pada hari Minggu, tepatnya tanggal 22 Maret 2026.
Inti dari pertanyaan yang diajukan kepada Presiden adalah mengenai keberlanjutan program MBG. Hal ini dikaitkan dengan kondisi krisis yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah dan analisis biaya manfaat (cost benefit) program.
Menanggapi pertanyaan sensitif tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan solusi praktis mengenai bagaimana anggaran dapat dihemat tanpa mengorbankan program prioritas. Beliau menggarisbawahi bahwa pemotongan anggaran akan difokuskan pada sektor-sektor lain.
"Penghematan bisa difokuskan pada sektor lain," ujar Presiden Prabowo Subianto, memberikan arahan jelas mengenai strategi fiskal pemerintah ke depan.
Hal ini menunjukkan bahwa prioritas utama pemerintahan saat ini adalah menjaga kesejahteraan dasar rakyat melalui program MBG, sambil mencari ruang efisiensi di pos belanja negara yang kurang mendesak.
Meskipun krisis global menimbulkan tantangan, komitmen untuk menyediakan gizi bagi anak-anak sekolah tampaknya menjadi prioritas yang tidak dapat dikompromikan oleh kepemimpinan saat ini.