BISNISMARKET.COM - Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang patut diapresiasi ketika menghadapi dinamika global yang penuh tantangan saat ini. Kekuatan fundamental yang relatif kokoh menjadi modal utama bagi stabilitas perekonomian nasional.
Hal ini disampaikan langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Ia menyoroti bagaimana struktur ekonomi Indonesia mampu meredam dampak guncangan dari luar negeri.
Kinerja impresif tercatat pada kuartal I-2026, di mana perekonomian Indonesia berhasil tumbuh signifikan sebesar 5,61 persen secara tahunan. Angka pertumbuhan ini menjadi indikator kesehatan ekonomi yang terjaga.
Pertumbuhan yang kuat tersebut, menurut pengamatan BI, sangat ditopang oleh permintaan domestik yang tetap menunjukkan ketangguhan. Sektor permintaan dalam negeri terbukti menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
Permintaan domestik ini berfungsi sebagai bantalan utama yang efektif dalam meredam tekanan-tekanan eksternal yang datang dari pasar global. Hal ini menunjukkan kemandirian ekonomi yang semakin baik.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, Destry Damayanti menggarisbawahi posisi menguntungkan Indonesia dalam peta ekonomi global saat ini. Ia menyatakan bahwa Indonesia beruntung memiliki fondasi ekonomi yang relatif kokoh jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
"Indonesia patut beruntung karena memiliki fundamental ekonomi yang relatif kokoh dibandingkan negara lain," ujar Destry Damayanti.
Lebih lanjut, Deputi Gubernur Senior BI tersebut menekankan bahwa kekuatan fundamental inilah yang terbukti mampu menjadi penyangga utama di tengah dinamika ekonomi global yang sedang bergejolak. Hal ini menegaskan peran strategis kebijakan domestik.
"Pertumbuhan ini sangat bergantung pada kinerja permintaan domestik yang tetap tangguh dalam menghadapi tekanan eksternal," kata Destry Damayanti, merujuk pada capaian pertumbuhan Kuartal I-2026.