BISNISMARKET.COM - CNBC Indonesia baru-baru ini menjadi tuan rumah Food Summit 2026 dengan tema sentral "Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework". Acara ini dirancang untuk memfasilitasi pemahaman bersama di antara para pemangku kepentingan terkait isu pangan.
Tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah memperkuat sinergi antar berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem pangan nasional. Selain itu, forum ini juga bertujuan merumuskan rekomendasi strategis guna memperkuat sistem keamanan dan mutu pangan di Indonesia.
Dalam forum penting tersebut, Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Andi Artha Donny Oktopura, turut menyampaikan langkah-langkah konkret yang diambil oleh KKP. Langkah-langkah ini difokuskan untuk memastikan keamanan pangan demi menunjang target swasembada dan ketahanan pangan nasional.
KKP secara aktif mendorong pengembangan pangan biru atau sektor akuatik sebagai sumber protein yang krusial bagi kebutuhan pangan domestik maupun global. Hal ini merupakan inti dari implementasi kebijakan Ekonomi Biru.
Pengembangan pangan biru tersebut dilaksanakan melalui lima arah kebijakan utama yang telah ditetapkan oleh kementerian. Arah kebijakan ini mencakup upaya perluasan kawasan konservasi laut yang lebih signifikan.
Selain itu, kebijakan tersebut juga menekankan implementasi penangkapan ikan yang terukur berdasarkan sistem kuota yang ketat. Hal ini bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di Indonesia.
Kebijakan lainnya meliputi pengembangan perikanan budidaya, baik di laut, pesisir, maupun darat, dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan jangka panjang. KKP juga meningkatkan pengawasan dan pengendalian wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil.
Upaya menjaga kebersihan laut juga menjadi fokus, di mana pembersihan sampah plastik dilakukan melalui gerakan partisipasi aktif dari komunitas nelayan setempat. Ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pesisir.
"KKP mendorong pengembangan pangan biru atau akuatik sebagai sumber protein untuk memenuhi pangan nasional dan global yang dilakukan melalui 5 arah kebijakan ekonomi biru yakni memperluas kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan perikanan budi daya di laut, peisisr dan darat yang berkelanjutan, pengawasan dan pengendalian wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan," ujar Andi Artha Donny Oktopura.