JAKARTA, BisnisMarket.com - Di tengah hiruk-pikuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengungkapkan kisah pilu yang jarang terdengar. Mereka yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi kota, justru harus berjuang di tengah ketidakadilan sistem yang terus berlangsung dari tahun ke tahun.

Kisah Pengemudi yang Berjuang Sejak 11 Tahun

Teguh, seorang pengemudi ojol berusia 36 tahun yang telah menekuni profesinya selama 11 tahun di Jakarta Barat, mengaku sangat kecewa dengan besarnya potongan yang harus ia tanggung setiap bulan. “Padahal kami aja ngasih aplikasi sebulan Rp600.000 dari potongan. Potongan itu dari program Hemat. Jadi, memang aplikator enggak mampu ngasih program yang menyejahterakan driver,” keluhnya dilansir dari Kompas.com (6/3).

Menurut Teguh, dalam satu bulan, potongan Rp20.000 per hari dari program Hemat bisa mencapai Rp600.000, belum lagi potongan 20 persen dari setiap perjalanan. Ia menambahkan, “Kalau dihitung, mati dong kami dipotong terus. Pada intinya manajemen kreatifnya ke driver-driver saja, idenya sudah mentok buat nyari uang, akhirnya narikin driver lagi.”

BHR yang Tak Seimbang dengan Potongan

Meski beberapa pengemudi menerima Bantuan Hari Raya (BHR) yang bervariasi, dari Rp200.000 hingga Rp900.000, kenyataannya sangat jauh dari beban potongan yang mereka tanggung. Teguh sendiri tahun ini hanya mendapatkan Rp250.000, padahal potongan bulanannya mencapai Rp600.000. Ia pun menyebut, “Itu jauh dari cukup jika dibandingkan dengan potongan yang kami terima setiap bulan.”

Tahun lalu, Teguh pernah menerima insentif sebesar Rp450.000, namun ada juga rekan yang hanya mendapatkan Rp50.000, bahkan ada yang tidak menerima sama sekali karena order yang dibatalkan. “Banyak yang enggak dapat gara-gara cancel-an order, padahal ya, nggak semuanya salah driver juga,” katanya.

Syarat Ketat untuk Mendapatkan BHR Maksimal

Besaran BHR biasanya bergantung pada level performa pengemudi, mulai dari Harapan, Andalan, hingga Jawara sebagai level tertinggi. Untuk mendapatkan Rp900.000, pengemudi harus mempertahankan level Jawara selama 12 bulan penuh, sebuah syarat yang sangat sulit karena harus menjaga performa tanpa menolak pesanan maupun melakukan pembatalan.