BISNISMARKET.COM - Inggris dilaporkan tengah mempertimbangkan secara serius langkah strategis untuk mengirimkan dua kapal induk mereka ke kawasan Timur Tengah. Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang yang berkecamuk antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran.
Namun, rencana bantuan militer besar dari London ini tampaknya tidak disambut baik oleh Washington. Presiden Amerika Serikat secara terbuka menyatakan bahwa pihaknya tidak membutuhkan bantuan Inggris untuk memenangkan konflik yang sedang berlangsung.
Ketegangan diplomatik ini semakin diperparah dengan kritik keras yang dilontarkan oleh Donald Trump. Trump berulang kali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap Perdana Menteri Inggris saat itu, Keir Starmer.
Menurut informasi yang didapatkan, Trump menilai bahwa Starmer telah berkontribusi merusak hubungan bilateral historis antara kedua negara. Hubungan yang selama ini dikenal sangat erat tersebut kini mulai menunjukkan keretakan signifikan.
Kritik ini muncul setelah Pemerintah Inggris mengambil sikap tegas dengan memblokir penggunaan fasilitas pangkalan mereka oleh AS. Langkah London ini dimaksudkan untuk operasi serangan terhadap target-target di Iran.
Dalam sebuah pernyataan publik melalui platform media sosialnya, Trump menegaskan bahwa ia akan menyimpan catatan mengenai kurangnya dukungan yang ditunjukkan oleh Inggris. Hal ini dikaitkannya langsung dengan eskalasi konflik di kawasan tersebut.
"Dia (Trump) mengatakan bahwa dia 'akan mengingat' kurangnya dukungan Inggris selama konflik dengan Iran," sebagaimana dikutip dari unggahan tersebut.
Sumber berita ini mengindikasikan bahwa penolakan Trump tersebut disampaikan pada hari Minggu, 8 Maret 2026, dilansir dari Reuters. Perbedaan pandangan ini menyoroti adanya perpecahan dalam aliansi Barat mengenai strategi penanganan isu Iran.
Meskipun Inggris menawarkan dukungan kekuatan laut utama berupa kapal induk, sikap AS menunjukkan preferensi untuk menempuh jalur independen dalam menghadapi Iran. Hal ini menjadi sorotan utama dalam dinamika geopolitik saat ini.