KARANGASEM, BisnisMarket.com - Makna ogoh-ogoh pada Hari Raya Nyepi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan spiritual masyarakat Bali.
Setiap tahunnya, tradisi ini selalu menarik perhatian karena menampilkan patung raksasa dengan bentuk unik dan terkadang menyeramkan.
Namun, ogoh-ogoh bukan sekadar hiburan. Di balik kemegahannya, terdapat pesan penting tentang bagaimana manusia harus menghadapi sisi gelap dalam dirinya sebelum memasuki Hari Raya Nyepi yang penuh keheningan.
Sejarah Ogoh-Ogoh yang Sarat Cerita
Sejarah ogoh-ogoh pada Hari Raya Nyepi memiliki banyak versi yang berkembang di masyarakat Bali. Salah satu kisah menyebutkan bahwa tradisi ini sudah ada sejak zaman Dalem Balikang.
Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa ogoh-ogoh berkaitan dengan upacara pitra yadnya, yaitu ritual keagamaan dalam tradisi Hindu.
Selain itu, tradisi Ngusaba Ngong-Nging di Karangasem disebut sebagai salah satu cikal bakal ogoh-ogoh.
Sementara itu, sosok Barong Landung yang melambangkan Raja Jaya Pangus dan Putri Kang Cing Wei juga dipercaya menjadi inspirasi visual ogoh-ogoh.
Beberapa sumber lain mengungkapkan bahwa ogoh-ogoh mulai dikenal luas sekitar tahun 1970–1980-an, seiring berkembangnya kreativitas para seniman Bali yang mulai menggunakan bahan ringan seperti bambu dan kertas.