BISNISMARKET.COM - Serangan jantung merupakan kondisi medis darurat yang dapat mengancam jiwa, tanpa memandang status fisik seseorang. Fenomena ini terjadi ketika pasokan darah ke otot jantung terhambat, menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen vital.

Apabila penanganan medis tidak segera dilakukan, dampak dari serangan jantung bisa berujung fatal. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor risiko sangat krusial untuk upaya pencegahan yang efektif.

Penyebab utama serangan jantung yang banyak terjadi adalah aterosklerosis, sebuah kondisi penumpukan plak di arteri. Kondisi ini perlahan menyumbat aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk jantung.

Dokter bedah kardiovaskular, dr Jeremy London, membagikan wawasan penting mengenai berbagai faktor yang secara signifikan meningkatkan kerentanan seseorang terhadap serangan jantung. Penjelasannya secara spesifik berfokus pada serangan jantung yang disebabkan oleh aterosklerosis.

"Seseorang bisa saja terlihat bugar secara fisik, namun memiliki kebiasaan tersembunyi yang secara diam-diam merusak kesehatan jantungnya," ujar dr Jeremy London.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut seringkali tidak disadari dampaknya dalam jangka pendek, namun akumulasinya dapat berakibat fatal di kemudian hari. Hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat luas.

"Aterosklerosis adalah proses yang berjalan lambat, dan seringkali gejalanya baru muncul ketika kondisinya sudah cukup parah," kata dr Jeremy London.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Jakartahype. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.