BISNISMARKET.COM - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi mengajukan permohonan tambahan anggaran sebesar Rp2,7 triliun untuk tahun anggaran 2027. Langkah ini diambil guna memperkuat upaya peningkatan keselamatan di sektor transportasi darat.
Dana tambahan ini secara spesifik akan difokuskan pada dua agenda utama, yaitu peningkatan kualitas keselamatan jalan secara menyeluruh dan mewujudkan target ambisius Zero Over Dimension dan Over Load (ODOL) pada tahun 2027.
Saat ini, pagu indikatif yang telah ditetapkan untuk Ditjen Hubdat pada tahun 2027 berjumlah Rp4,31 triliun. Angka ini dinilai masih belum mencukupi kebutuhan total yang diproyeksikan.
Kebutuhan anggaran yang sesungguhnya untuk mencapai target-target tersebut diproyeksikan mencapai angka Rp10,22 triliun. Dengan demikian, pengajuan tambahan sebesar Rp2,7 triliun ini menyisakan defisit anggaran yang cukup signifikan.
"Pagu indikatif Ditjen Hubdat untuk tahun 2027 sendiri saat ini berjumlah Rp4,31 triliun," terang sumber internal Kemenhub.
"Nilai tersebut baru mencakup 42,18% dari total kebutuhan yang diproyeksikan mencapai Rp10,22 triliun," tambahnya.
Upaya percepatan penuntasan masalah ODOL dan peningkatan keselamatan jalan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan efisien bagi seluruh masyarakat pengguna jalan.
Peningkatan anggaran ini diharapkan dapat mendukung berbagai program krusial, mulai dari pengawasan lebih ketat, perbaikan infrastruktur, hingga sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha transportasi.
Melalui realokasi dan penambahan anggaran ini, Kemenhub bertekad untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang seringkali dipicu oleh pelanggaran dimensi dan muatan kendaraan.