JAKARTA, BisnisMarket.com – Meskipun memiliki kekayaan bersih fantastis mencapai US$ 1,23 triliun per Kamis (18/6/2026) atau setara dengan Rp 21.863 triliun, porsi uang tunai atau kas yang dipegang langsung oleh Elon Musk ternyata sangat minim. Berdasarkan pernyataan terakhirnya, estimasi kas yang dimiliki Musk berada di bawah 0,1% dari total kekayaannya.

Angka persentase tersebut setara dengan US$ 1,23 miliar. Jumlah aset likuid ini terbilang kecil apabila disandingkan dengan cadangan kas yang kini dimiliki oleh berbagai institusi perbankan dan keuangan skala global.

Dominasi Kas Lembaga Perbankan

Data menunjukkan bahwa lembaga perbankan internasional mendominasi daftar entitas dengan cadangan kas terbesar di dunia. Bank asal Jepang, Mitsubishi UFJ Financial, menempati posisi puncak dengan total uang tunai di tangan mencapai US$ 797,23 miliar.

Jumlah kas yang sangat besar ini mengindikasikan tingginya tingkat likuiditas yang dipertahankan oleh perusahaan untuk menghadapi dinamika ekonomi makro.

Posisi selanjutnya dalam daftar ini diisi oleh Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dengan kas sebesar US$ 696,38 miliar. Diikuti oleh bank asal Prancis, Crédit Agricole, yang mencatatkan nilai kas sebesar US$ 683,22 miliar.

Dominasi perbankan kawasan Asia sangat terlihat dalam data tersebut. Tercatat, empat institusi keuangan asal China dan tiga bank asal Jepang berhasil masuk ke dalam daftar 10 besar global.

Sementara itu, Amerika Serikat hanya diwakili oleh satu entitas besar, yaitu JPMorgan Chase, yang mencatatkan kepemilikan kas sebesar US$ 567,23 miliar dan berada di peringkat kelima.

Kondisi kas yang berlimpah ini merupakan instrumen penting bagi entitas keuangan untuk menjaga stabilitas operasional serta mengelola risiko sistemik dalam jangka panjang, sebuah strategi yang berbeda dibandingkan dengan pengelolaan aset oleh individu terkaya dunia seperti Elon Musk.