BISNISMARKET.COM - Pencapaian signifikan dalam sektor energi terbarukan telah dicapai oleh Indonesia, ditandai dengan terlampauinya kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Data menunjukkan bahwa pada bulan April 2026, total kapasitas tersebut telah menyentuh angka 1,3 Gigawatt (GW).

Angka 1,3 GW ini merupakan lonjakan substansial dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, kapasitas PLTS Atap pada tahun 2024 tercatat baru mencapai 146 Megawatt (MW).

Hal ini menunjukkan peningkatan hampir sepuluh kali lipat dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Peningkatan pesat ini menandakan akselerasi adopsi energi bersih oleh masyarakat dan sektor industri di Indonesia.

Pencapaian kapasitas PLTS Atap melampaui 1 Gigawatt ini diakui sebagai sebuah tonggak sejarah penting bagi perkembangan energi surya di Tanah Air. Kapasitas ini secara kolektif memberikan kontribusi signifikan terhadap bauran energi nasional.

Mada Ayu Habsari, selaku Founder Enertech Mitra Solusi sekaligus Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan ini. Beliau menekankan bahwa capaian ini sangat positif bagi upaya percepatan transisi energi.

"Peningkatan kapasitas PLTS Atap merupakan capaian positif untuk mendukung percepatan transisi energi RI menuju Net Zero Emission 2060," ujar Mada Ayu Habsari.

Perkembangan ini menjadi momentum krusial dalam upaya Indonesia mencapai target keberlanjutan energi jangka panjang yakni mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. Pemanfaatan energi surya atap menjadi salah satu pilar utama mencapai target tersebut.

Pertanyaan penting yang muncul kemudian adalah mengenai arah pengembangan PLTS Atap selanjutnya serta berbagai tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan. Hal ini memerlukan kajian mendalam untuk menjaga momentum pertumbuhan ini.

Hal ini dibahas secara rinci dalam sesi dialog eksklusif di program Squawk Box, CNBC Indonesia. Narasumber utama dalam pembahasan ini adalah Mada Ayu Habsari.