BISNISMARKET.COM - Kondisi lalu lintas (lalin) di jalur utama Nagreg, yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kepadatan signifikan pada Minggu malam ini. Situasi ini menandakan adanya tekanan volume kendaraan yang tinggi pada salah satu koridor vital penghubung wilayah tersebut.

Kepadatan arus kendaraan mulai terlihat jelas sejak awal turunan curam di area Cikaledong. Titik ini menjadi titik rawan kemacetan karena letaknya yang strategis setelah melintasi perlintasan kereta api sebidang.

Kemacetan tersebut dilaporkan membentang panjang, mengular hingga mencapai area Cagak Nagreg. Dampaknya terasa pada dua arah, baik yang menuju ke Garut maupun yang mengarah ke Tasikmalaya.

Kondisi ini diperparah oleh adanya percampuran antara arus pemudik lokal yang mungkin ingin kembali atau beraktivitas, serta wisatawan yang memanfaatkan akhir pekan. Kedua jenis pergerakan ini saling berebut ruang di jalan raya.

Informasi terkini mengenai situasi ini didapatkan dari pemantauan yang dilakukan pada Minggu malam, 22 Maret 2026. "Jalur yang menghubungkan Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya, terpantau masih dipadati kendaraan pukul 19.00 WIB," demikian keterangan yang didapat, dilansir Antara.

Situasi ini menunjukkan bahwa beban jalan raya di Nagreg melebihi kapasitas idealnya pada jam-jam puncak tersebut. Penumpukan kendaraan menjadi pemandangan umum di sepanjang segmen jalan utama tersebut.

Lebih lanjut, fokus kemacetan juga terlihat di pos pengamanan terdekat. "Di Pospam Cikaledong pun antrean kendaraan menuju Tasikmalaya melewati Limbangan terlihat masih tertahan," ungkap sumber terkait.

Keterangan mengenai kondisi di Pospam Cikaledong tersebut mengindikasikan bahwa hambatan signifikan terjadi pada kendaraan yang hendak melanjutkan perjalanan ke wilayah selatan Jawa Barat.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.