BISNIS MARKET – Di tengah sorotan tajam terhadap berbagai kasus yang menimpa institusi penegak hukum, tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dilaporkan terus menurun. 

Sebaliknya, lembaga yang nyaris luput dari kontroversi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), justru tampil sebagai simbol pelayanan publik yang tulus dan ideal di mata rakyat.

Fenomena ini menjadi sinyal keras bagi lembaga-lembaga negara, menunjukkan bahwa kepercayaan tidak didapatkan dari slogan, melainkan dari aksi nyata yang cepat dan tanpa pamrih.

Masyarakat kini menjuluki Damkar sebagai petugas "Palugada" (Apa Lu Mau, Gue Ada). Kinerja Damkar melampaui tugas inti mereka dalam memadamkan api dan melakukan penyelamatan (Panca Dharma Damkar).
 
Petugas Damkar sering kali menjadi andalan warga untuk berbagai masalah non-kebakaran yang unik, mulai dari evakuasi hewan liar (ular, kucing di pohon), melepas cincin yang macet, hingga membantu mengambil ATM yang jatuh ke got. 

Salah satu faktor kunci yang membuat Damkar sangat dipercaya adalah kesediaan mereka membantu warga dengan sigap, cepat, dan tanpa dipungut biaya apa pun alias gratis. Petugas dinilai datang murni untuk membantu, tanpa ada wewenang represif atau kesan transaksional.

Di media sosial, banyak aksi heroik petugas Damkar yang viral, memperkuat citra mereka sebagai pahlawan yang bekerja dengan hati. Citra Damkar nyaris bebas dari stigma negatif, konflik, atau kontroversi publik yang besar.

Berbeda dengan Damkar, Polri memiliki peran yang jauh lebih luas dan kompleks, yaitu sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat. Namun, peran vital ini sering tergerus oleh beberapa isu:

- Kontroversi dan Konflik: Tugas penegakan hukum secara inheren membawa potensi konflik. Sayangnya, beberapa kasus besar, dugaan arogansi, dan isu internal yang terungkap ke publik secara signifikan menurunkan Indeks Kepercayaan Masyarakat (IKM) terhadap institusi ini.

- Persepsi Transaksional: Masyarakat masih mengeluhkan adanya kesan birokrasi yang rumit atau praktik transaksional dalam layanan kepolisian tertentu, sebuah persepsi yang sangat kontras dengan ketulusan layanan Damkar.