BISNISMARKET.COM - Belakangan ini, informasi mengenai pencampuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) Pertamina menjadi perbincangan hangat di masyarakat, khususnya di media sosial. Banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa BBM seperti Pertalite dicampur dengan etanol, sehingga menimbulkan kekhawatiran soal keamanan bagi mesin kendaraan. Isu ini memicu pertanyaan publik: apakah BBM yang selama ini digunakan aman, dan jenis BBM mana saja yang memang dicampur etanol?

Menanggapi hal ini, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa tidak semua BBM yang dipasarkan dicampur dengan etanol. Pernyataan resmi ini disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman yang muncul akibat percobaan masyarakat, informasi yang belum diverifikasi, dan spekulasi di media sosial. 

Kualitas dan keamanan BBM bagi konsumen tetap menjadi prioritas utama Pertamina, apalagi mengingat peran BBM dalam mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari serta sektor industri yang sangat bergantung pada energi fosil.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa campuran etanol dalam BBM tertentu telah melalui standar pengujian yang ketat, sehingga tetap aman digunakan bagi kendaraan. Pencampuran etanol ini juga merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil murni.

Dengan latar belakang tersebut, penting bagi masyarakat untuk mengetahui jenis BBM mana yang bebas etanol dan mana yang dicampur etanol, serta standar keamanan yang diterapkan agar tidak mudah terjebak informasi keliru.


BBM yang Tidak Mengandung Etanol
Pertalite, salah satu produk BBM Pertamina yang paling banyak digunakan, dipastikan bebas dari etanol. Robert NV, PJ Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa Pertalite merupakan bensin dengan RON 90 yang berasal dari pencampuran komponen hidrokarbon x-kilang atau gasoline base, bukan dari bioetanol. 

Pernyataan ini juga dibuktikan melalui laboratorium resmi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ada penambahan etanol dalam produksi maupun distribusi Pertalite. Selain itu, muncul kesalahpahaman akibat percobaan masyarakat yang mencampur Pertalite dengan air. 

Percobaan ini menampilkan dua lapisan cairan, namun menurut Pertamina, fenomena ini tidak bisa dijadikan bukti adanya etanol dalam BBM. Pertamina mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.***