BISNISMARKET.COM - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan meluncurkan sebuah inovasi pariwisata baru di Ibu Kota, yaitu layanan bus wisata yang dinamakan Open Dining of Jakarta. Layanan ini direncanakan mulai beroperasi pada Agustus 2026, menawarkan pengalaman menikmati hidangan layaknya di restoran sambil berkeliling menikmati kawasan ikonik Jakarta.
Untuk dapat menikmati layanan unik ini, setiap penumpang dikenakan tarif sebesar Rp500 ribu per orang untuk satu kali perjalanan. Harga tersebut sudah mencakup paket makan lengkap dan berbagai fasilitas pendukung yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda dari bus wisata pada umumnya.
"Setiap penumpang akan memperoleh hidangan lengkap yang terdiri atas appetizer, main course, dan dessert," ungkap Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza. Ia menambahkan bahwa pilihan menu yang ditawarkan pun sangat beragam.
Menu yang disajikan meliputi berbagai pilihan kuliner, mulai dari cita rasa Asia, hidangan Western, hingga kekayaan kuliner khas Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memanjakan selera berbagai kalangan penumpang yang menikmati perjalanan.
Tak hanya menyajikan hidangan lezat, penumpang juga akan dihibur oleh alunan live music berupa pertunjukan biola selama perjalanan. Welfizon Yuza menyatakan bahwa Transjakarta menargetkan layanan Open Dining ini dapat beroperasi sebanyak dua hingga tiga kali perjalanan setiap harinya.
Bus wisata ini memiliki kapasitas maksimal hingga 30 penumpang. Selain untuk perjalanan wisata, bus ini juga dapat disewa untuk berbagai keperluan acara khusus.
Bus ini dapat disewa untuk acara seperti perayaan ulang tahun, pertemuan komunitas, maupun kegiatan perusahaan. Fleksibilitas penyewaan ini diharapkan dapat menambah nilai guna dari layanan bus wisata ini.
Konsep Open Dining of Jakarta tidak hanya berfokus pada kuliner dan hiburan, tetapi juga mengusung aspek wisata edukatif. Selama perjalanan, penumpang akan mendapatkan informasi menarik dan penjelasan mengenai sejarah dari berbagai lokasi yang dilintasi.
"Dari sisi fasilitas, dek atas bus dirancang menyerupai restoran bergaya fine dining," jelasnya lebih lanjut. Area makan ini dilengkapi dengan meja dan kursi yang ditata sedemikian rupa agar tetap nyaman sepanjang perjalanan.