BISNISMARKET.COM - Kabar duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat setelah berpulangnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII. Di tengah suasana haru itu, sang putra mahkota, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPA) Hamangkunegoro atau yang dikenal dengan Gusti Purboyo, tampil ke hadapan keluarga besar keraton dan abdi dalem untuk mengikrarkan diri sebagai penerus tahta ayahandanya.

Momen bersejarah tersebut berlangsung pada Rabu Legi, 14 Jumadil Awal Tahun Dal 1959 atau 5 November 2025, tepat menjelang pemberangkatan jenazah Sri Susuhunan Pakubuwono XIII ke makam Raja-Raja Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Dengan penuh khidmat, KGPAA Hamangkunegoro berdiri di hadapan peti jenazah ayahnya dan membacakan ikrar dalam bahasa Jawa. 

Ikrar itu menandai awal masa pemerintahan Gusti Purbaya sebagai raja baru Keraton Surakarta Hadiningrat dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV.

Sosok dan Latar Belakang

Pakubuwono XIV, atau Gusti Purboyo, lahir di Surakarta pada 27 Februari 2003 dari pasangan Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Hangabehi dan Kanjeng Ratu Pakubuwono Pradapaningsih. Pada tahun 2025 ini, ia berusia 22 tahun. 

Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang sopan, rendah hati, dan memiliki kepedulian mendalam terhadap budaya Jawa, terutama terhadap seni tradisi yang menjadi warisan leluhurnya.

Ia tumbuh dalam lingkungan keraton yang sarat nilai spiritual dan tata krama luhur. Sejak remaja, ia menunjukkan minat besar pada dunia seni budaya, terutama wayang kulit dan karawitan, dua seni tradisional yang melekat erat dalam kehidupan budaya Jawa. 

Pendidikan formalnya ditempuh di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, di mana ia juga aktif dalam kegiatan kebudayaan serta forum diskusi sejarah dan hukum adat.

Pengangkatan Sebagai Putra Mahkota