JAKARTA, BisnisMarket.com - Perbincangan mengenai Perang Dunia III kembali ramai diperbincangkan di berbagai belahan dunia. Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran semakin memanas.

Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat kembali mengaitkannya dengan ramalan Nostradamus, tokoh peramal asal Prancis yang terkenal dengan karya klasiknya Les Prophéties.

Dalam tulisannya, Nostradamus kerap menggunakan bahasa simbolik dan metafora yang menggambarkan berbagai peristiwa besar, termasuk gambaran tentang “api dari langit” dan “perang besar”.

Banyak pihak kemudian menafsirkan simbol tersebut sebagai kemungkinan terjadinya konflik global berskala besar. Namun para pakar sejarah dan geopolitik menilai tafsir tersebut tidak dapat dijadikan acuan untuk membaca kondisi dunia saat ini.

Para Ahli: Ramalan Nostradamus Terlalu Simbolis

Sejarawan Eropa, Jean Dupont, menjelaskan bahwa tulisan Nostradamus memang bersifat sangat simbolis sehingga membuka ruang bagi berbagai interpretasi.

Menurutnya, Nostradamus tidak pernah menyebutkan negara, waktu, maupun peristiwa tertentu secara jelas. Hal itu membuat ramalannya sering ditafsirkan secara bebas sesuai dengan situasi yang sedang terjadi.

“Tulisan Nostradamus sangat simbolis dan terbuka untuk berbagai interpretasi. Ia tidak pernah menyebut peristiwa, negara, atau waktu secara spesifik,” ujar Jean Dupont.

Ia menilai ramalan tersebut lebih mencerminkan kondisi sosial dan kekhawatiran masyarakat pada zamannya dibandingkan sebagai prediksi pasti tentang masa depan dunia.