BISNISMARKET.COM - Fenomena menarik terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis, 21 Mei 2026, di mana investor asing gencar melakukan akumulasi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Aksi beli bersih yang signifikan ini terjadi meskipun harga saham emiten pertambangan tersebut mengalami penurunan yang cukup tajam pada hari yang sama.

Aktivitas pasar ini menunjukkan adanya ketertarikan modal internasional terhadap saham BUMI pasca terjadi koreksi harga. Keputusan beli bersih ini menandakan optimisme dari investor luar negeri terhadap prospek jangka panjang perusahaan tambang batu bara tersebut.

Secara spesifik, pelaku utama dari aksi borong saham ini adalah investor asing. Mereka tercatat melakukan pembelian bersih dengan total nilai fantastis mencapai Rp 203,87 miliar dalam sesi perdagangan hari Kamis tersebut.

Aksi akumulasi modal internasional ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri, melainkan merupakan kelanjutan dari tren positif yang telah berlangsung selama beberapa hari sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya strategi jangka menengah yang sedang dijalankan oleh dana asing.

Peristiwa ini menarik perhatian pasar karena pembelian besar ini terjadi berbarengan dengan adanya tekanan jual yang menyebabkan harga saham BUMI terkoreksi. Investor asing tampaknya memanfaatkan momen penurunan harga tersebut sebagai peluang strategis untuk menambah kepemilikan.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, aksi beli bersih yang dilakukan oleh investor asing mencapai Rp 203,87 miliar pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Fakta ini menggarisbawahi besarnya valuasi modal yang masuk ke saham BUMI pada hari itu.

"Aktivitas ini merupakan kelanjutan dari tren positif investor luar negeri yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir," sebagaimana disampaikan dalam analisis pasar mengenai pergerakan dana asing di BEI. Hal ini memperkuat narasi bahwa ada minat berkelanjutan dari investor internasional.

Investor asing tetap memandang saham BUMI sebagai instrumen investasi yang menarik, terlepas dari volatilitas harga harian yang terjadi. Mereka secara aktif menyerap saham yang dilepas oleh investor lain, baik domestik maupun asing.

Koreksi harga yang dialami BUMI pada 21 Mei 2026 justru dimanfaatkan sebagai momen strategis untuk melakukan akumulasi modal oleh investor asing. Ini menunjukkan adanya keyakinan fundamental terhadap kinerja fundamental perusahaan ke depannya.